Jalan-jalan Seru di “Little Tokyo”! (Ennichisai 2019)



Halo Semuanya, assalamu’alaikum! Apa kabar teman-teman? Saya, Ananda, akan berbagi pengalaman seputar kunjungan saya ke Event Ennichisai 2019.
Penasaran? Ayo, kita lanjut!
Teman-teman yang merupakan pecinta hal-hal berbau negeri sakura pasti sudah sangat akrab dengan event tahunan ini. Nah, bagi teman-teman yang belum tahu apa itu Ennichisai, saya mengutip sedikit dari situs resminya :
Little Tokyo Ennichisai Blok M adalah acara tahunan kulinari, seni dan kebudayaan Jepang tradisional dan modern yang diadakan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Sejak tahun 2010.

Dihadiri lebih dari 200 ribu pengunjung setiap tahunnya. Diramaikan oleh 150 stand makanan-minuman dan pernak pernik Jepang, juga pertunjukkan tradisional seperti Mikoshi, Dashi, dan performance Eisa, Yosakoi dan lainnya serta pertunjukkan modern seperti band dan Cosplay.”

Yap, Ennichisai sudah ada sejak tahun 2010. Berarti sejak saya kelas 4 SD. Pada tahun 2011, saya membaca majalah komik “NAKAYOSHI”, dan di dalamnya memuat artikel tentang Ennichisai. Foto-foto yang disertakan dalam artikel tersebut membuat saya tertarik. Bagaimana tidak, festival pembukaan, stage performances, booth, dan cosplay yang berwarnna warni benar-benar terasa ‘Jepangnya’. Sayangnya, saya baru bisa datang tahun ini, 8 tahun setelah saya membacanya. Tapi tak apa yang penting saya mendapatkan kesempatan emas ini, hohoho. :D

Kenapa saya sebut kesempatan emas? Karena, berdasarkan artikel di laman kaorinusantara, tahun 2019 ini merupakan tahun terakhir diadakannya Ennichisai di kawasan Blok M. Hal ini disebabkan karena membludaknya jumlah pengunjung dari tahun ke tahun, sehingga harus mencari tempat yang lebih luas dan strategis. Belum lagi banyak yang meminta agar Ennichisai tidak hanya diadakan di Jakarta, tentunya membutuhkan persiapan yang lebih matang untuk dapat diwujudkan. Oleh sebab itu, tahun  depan Ennichisai tak akan diadakan.

Ok, itu tadi sedikit penjelasan mengenai Ennichisai.  Mari kita lanjutkan dengan cerita saya, mari baca sampai akhir, semoga teman-teman tidak bosan! –w-

Ennichisai tahun ini diadakan selama dua hari, yakni pada tanggal 22-23 Juni, bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu, alias weekend. Saya tidak ingin rencana saya pergi berakhir sebagai wacana seperti tahun-tahun sebelumnya, makanya saya berusaha mengumpulkan ‘pengikut’ untuk datang bersama-sama ke sana. Akhirnya saya berhasil menjaring teman-teman kelas XI dan XII adik kelas saya, adik kandung, dan sepupu nolep saya, HUEHEHE. Pada awalnya kami berencana untuk menggunakan moda transportasi kereta. Sayangnya, saya dan adik saya telat, jadi hanya teman-teman yang lain yang naik kereta, sementara kami harus merogoh kocek tiga kali lipat dengan naik bus. Ya sudah,tidak masalah, yang penting PERGI.

Saya dan adik sudah sampai duluan di acara, tetapi teman-teman baru turun dari kereta di Stasiun Kebayoran. Ya sudah, daripada kurang kerjaan, kami berdua berkeliling megitari booth-booth yang menjual aneka macam makanan, atribut, dan souvenir. Adikku yang awalnya sedikit bete berubah 180 derajat jadi sangat ceria. Dia membeli masker kawaii, gantungan kunci Tohsaka Rin dan Saber. Kelihatannya memang bahaya juga mengajak orang yang lapar mata ke event yang harga barang-barangnya cukup terjangkau dan super lucu seperti Ennichisai ini. ^^’

Sebenarnya, antara booth satu dan yang lainnya cenderung menjual barang-barang yang homogen, seperti gantungan kunci karakter anime, bantal, action figure, komik, poster,dsb. Makanya, daripada sekali lihat langsung naksir dan beli, lebih baik sempatkan waktu untuk berkeliling lagi supaya teman-teman dapat menemukan barang-barang dengan kualitas dan harga yang lebih baik. Untuk makanan, hampir semua jenis makanan yang dijual merupakan makanan Jepang (ya iyalah!), misalnya ringo ame (permen apel), takoyaki (bola gurita), okonomiyaki (sejenis pancake dengan topping daging, seafood, atau sayuran), dan masih banyak lagi. Bahkan, ada yang penjualnya orang Jepang asli. “Irasshaimase!”, begitu sambutan mereka pada setiap pengunjung yang lewat dan yang membeli. Persis seperti yang kita lihat di anime-anime.


Stand makanan di pagi hari
Masih sepi :v
Selain booth yang menjual makanan dan pernak-pernik, ada juga booth dari perusahaan-perusaahan semisal Garuda Indonesia dan J-trust Bank. Btw, saya, adik, dan kawan-kawan sempat menyambangi booth J-Trust Bank. Bukan, bukan untuk menjadi nasabah atau berinvestasi. Kami hanya mau berfoto dengan maskot mecha-nya dan mbak-mbak cosplayer yang kawaii. Ternyata boleh, lho, wkwk. Kami juga diberikan kipas gratis bergambar karakter anime!^^ Di event semacam ini, akan ada beberapa booth yang menawarkan sample barang, tissue, kipas, secara gratis, maupun yang menjual produk minumannya dengan harga sangat miring (kami membeli seharga 10.000 rupiah dan mendapatkan 4 botol minuman isotonik!).
Di booth J-Trust. Free kipas! J

Oh ya, datang ke event seperti ini pasti tidak lengkap dong, bila tidak berfoto dengan para karakter anime yang diperankan oleh para cosplayer. Luffy dan Sabo dari anime One Piece, Mirai Kuriyama dari Kyoukai no Kanata, Anone dari Trombosit, Kaneki dari Tokyo Ghoul, Norman dari A Promised Neverland…Pokoknya banyak deh, kalau saya sebutkan satu persatu, mata anda akan pegal membacanya, hehe. Di jam makan siang, teman-teman bisa menjumpai mereka di foodcourt lantai lima, sedang mengantri makanan. :’). Senang sih bila bisa berfoto, tapi saya menyarankan untuk menunggu agar mereka selesai dengan makan siangnya dulu. Kenapa? Mereka juga pasti pegal dong dengan ratusan selfie serta ajakan berfoto bareng yang hampir tidak ada habisnya. Let them take a break, setelahnya kita bisa berfoto lagi!
Bareng junior dan temenku  ^^

Bersama Mirai Kuriyama yang manis!

Adik kelasku, Dinandra, dan Anone

Aku dan Norman :’)


Shifa, Farhan, dan Kakasheeeee

Menjelang sore hari, bukannya semakin sepi, malah semakin parah kepadatan di event ini. Sampai harus berdesak-desakan ketika jalan. Jangan saling mendorong ya, apalagi berhenti di tengah jalan. Bisa-bisa orang kagok dan jalannya terhambat. Di tengah kepadatan ini, panitia menyelenggarakan tarian-tarian yang dipertunjukkan oleh anak-anak dan para remaja. Ada yang bermain taiko (sejenis perkusi khas jepang), tongkat, dan pompom, mirip sekali dengan ‘matsuri’ di Jepang sana!
Setelah jam makan siang. Yg hitam itu tanganku yaa

Kelanjutan foto yang di atas. Huah, dalam lautan manusia!

Menunggu tarian!

Tarian akan dimulai.:D
Sayangnya, karena jadwal kereta, kami harus cepat-cepat keluar dari lautan manusia Ennichisai dengan segala keseruannya. Saya yang sejak awal mengincar booth pendidikan pun tak sempat mengunjunginya lantaran kepadatan yang luar biasa :’(. Akhirnya kami memesan go car yang sedikit lama sampainya karena macet. Hiks, sedih sih harus pulang agak awal, padahal acaranya ada sampai malam. Tapi tak apa, saya sangat senang hari itu.





 Nah, saya sangat merekomendasikan event ini untuk kawan-kawan pecinta ‘Jejepangan’. Asyik dan ramai, cocok untuk teman-teman yang sedang ingin having fun dengan cara yang lain. Meskipun tahun depan tidak akan diselenggarakan, tak ada salahnya menunggu dua tahun lagi. Persiapkan Barang bawaan, uang secukupnya, dan jadwal transportasi yang terencana dengan baik. Boleh juga membawa topi karena cuacanya amat-sangat-puanass. Yang jelas, siap-siap saja galerimu akan penuh dengan foto-foto.:3 Jangan lupa untuk selalu berhati-hati dengan barang bawaan.
Okay, sekian cerita saya. Mohon maaf bila panjang dan dan berbelit-belit, hehe. Sampai jumpa di Ennichisai berikutnya!
With love, Ananda Yasmin.

Artikel :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggambar, Belajar, SNMPTN