Sepotong Keinginan
Jumpa lagi dengan saya, Ananda. *drumroll*
Sekarang ini, saya yang tinggal beberapa bulan lagi belajar di SMA sedang merasa agak galau karena gagal puluhan kali hanya untuk log in PDSS SNMPTN. Ya Allah, kesal banget, yang lain udah pada beres, saya masuk aja belum bisa. Belum lagi sekarang belum bisa coba log in, diundur sampai besok.
Saya cemas sekali, apakah saya bisa log in atau tidak. Saya sangat ingin mendaftarkan snmptn ke kampus yang saya idam-idamkan, yaitu ITB. Lebih spesifiknya, ke FSRD.
Jujur, saya dilema. Seorang kakak kelas yang lolos ke FSRD dengan jalur SNMPTN dan portofolio mengatakan bahwa lebih baik saya maksimalkan di SNMPTN karena presentase diterima yang lebih besar. Wallahualam, entah sistem tahun ini berubah atau tidak, saya tetap memperjuangkan SNMPTN dan SBMPTN. Saya menggambar dan latihan soal hampir setiap hari. Meskipun demikian, entah mengapa saya tetap merasa seolah 'terombang-ambing' di lautan luas menuju daratan 'perkuliahan'. Saya tetap merasa bimbang dan tak tentu arah sekalipun saya sudah tahu jurusan yang saya inginkan, sekaligus direstui oleh orang tua saya.
Sejak awal hingga akhir, saya hanya dapat menyandarkan doa dan harapan saya kepada Allah. Seringkali saya menangis jika tak tahu mau menggambar apa lagi, atau ketika melihat bagusnya gambar orang lain. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya : "apakah saya layak untuk masuk ke sana?"
Saya jatuh berkali-kali dalam keadaan mental yang down. Saya teramat rendah diri dan itu sangat tidak patut untuk dilanjutkan.
"Jangan merasa rendah diri. Jika kamu merasa gambar milik orang lain lebih bagus, kamu harus yakinkan diri bahwa karyamu dibuat semaksimal mungkin. Kuatkan diri, jangan rendah diri."
Kata-kata kakak kelas saya terngiang. Saya harus terus berjuang untuk bangkit, sekalipun rasa rendah diri terus menghampiri dan mendorong saya jatuh berkali-kali. Allah Maha baik, tidak mungkin ujian diberikan melebihi kapasitas kita.
Teman-teman, bila kalian membaca postingan ini, mohon doakan saya ya. Teman-teman tidak boleh rendah diri seperti saya, kalian pantas menjadi yang lebih baik!
Sekarang ini, saya yang tinggal beberapa bulan lagi belajar di SMA sedang merasa agak galau karena gagal puluhan kali hanya untuk log in PDSS SNMPTN. Ya Allah, kesal banget, yang lain udah pada beres, saya masuk aja belum bisa. Belum lagi sekarang belum bisa coba log in, diundur sampai besok.
Saya cemas sekali, apakah saya bisa log in atau tidak. Saya sangat ingin mendaftarkan snmptn ke kampus yang saya idam-idamkan, yaitu ITB. Lebih spesifiknya, ke FSRD.
Jujur, saya dilema. Seorang kakak kelas yang lolos ke FSRD dengan jalur SNMPTN dan portofolio mengatakan bahwa lebih baik saya maksimalkan di SNMPTN karena presentase diterima yang lebih besar. Wallahualam, entah sistem tahun ini berubah atau tidak, saya tetap memperjuangkan SNMPTN dan SBMPTN. Saya menggambar dan latihan soal hampir setiap hari. Meskipun demikian, entah mengapa saya tetap merasa seolah 'terombang-ambing' di lautan luas menuju daratan 'perkuliahan'. Saya tetap merasa bimbang dan tak tentu arah sekalipun saya sudah tahu jurusan yang saya inginkan, sekaligus direstui oleh orang tua saya.
Sejak awal hingga akhir, saya hanya dapat menyandarkan doa dan harapan saya kepada Allah. Seringkali saya menangis jika tak tahu mau menggambar apa lagi, atau ketika melihat bagusnya gambar orang lain. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya : "apakah saya layak untuk masuk ke sana?"
Saya jatuh berkali-kali dalam keadaan mental yang down. Saya teramat rendah diri dan itu sangat tidak patut untuk dilanjutkan.
"Jangan merasa rendah diri. Jika kamu merasa gambar milik orang lain lebih bagus, kamu harus yakinkan diri bahwa karyamu dibuat semaksimal mungkin. Kuatkan diri, jangan rendah diri."
Kata-kata kakak kelas saya terngiang. Saya harus terus berjuang untuk bangkit, sekalipun rasa rendah diri terus menghampiri dan mendorong saya jatuh berkali-kali. Allah Maha baik, tidak mungkin ujian diberikan melebihi kapasitas kita.
Teman-teman, bila kalian membaca postingan ini, mohon doakan saya ya. Teman-teman tidak boleh rendah diri seperti saya, kalian pantas menjadi yang lebih baik!
wah, kita rival buat merebutkan kursi FSRD ITB nih, heheh. Gak sengaja nemu blog ini waktu lagi surfing2 internet gabut. Lanjutkan~!
BalasHapusMakasiiiih! Iya, kita bersaing nih, pasti bersaing sehat lah ya wkwk
BalasHapus