Pengalaman Mengikuti OSP Geografi 2017
(Part II)
Jengjengjeng... hari kompetisi pun tiba. Senang-senang di awal berubah jadi singa yang belum makan sebulan. Serem. Gua bener-bener gugup, nggak PD dengan kemampuan gua. Tapi kakak-kakak dan Hilma terus menyemangati, gua pun jadi menyemangati mereka. Di dalam bus menuju ke lokasi lomba gua dzikir, semoga gua sanggup dan yang utama saat itu, menghilangkan rasa cemas gua yang berlebihan. Apapun yang terjadi, intinya :
"Menang kalah urusan akhir. Lo udah berusaha! Kalaupun lo kalah, lo masih punya KSM yang udah minta diurusin dan kesempatan tahun depan."
Kata-kata "Kesempatan Tahun Depan" itu membuat gua dilema. Antara gua ragu dan gua lega. Ah, sudahlah.
Akhirnya gua sampai di SMAN 1 Anyer. Ruang untuk bidang geografi hampir selalu berada di nomor bontot alias akhir-akhir. Dan untungnya, nggak mempengaruhi mental gua sama sekali. Untungnya lagi, gua kenalan sama dua orang dari Tangerang.Kak Angga dan Kak Sofi. Aha, gua inget, pertama kali gua nyapa mereka, gua gatau kalau mereka kelas XI. Lalu, setelah gua liat absen, gua nyadar kalau hampir se-ruangan itu setahun di atas gua. Yah, gua ambil positifnya aja. Bersyukur karena gua dikasih kesempatan buat ngerasain asam-garam OSN SMA (Tsaaaah) di tahun pertama gua di MAN 2.
Untuk soalnya.... Gua nggak ngerti mau ngomong apa. Gua main jawab aja. Seenggaknya gua main jawab pake otak! Pake logika! Emangnya cinta yang tak ada logika! Yayayaya, dan sebagainya, dan sebagainya.
Soal analisa dan isian singkat mendominasi soal tahun ini. Gua yang suka analisa merasa sedikit terhibur, meskipun gua beneran ga tau rumus menghitung laju sedimentasi di bendungan. Tapi gua tetep jawab. Sayang kalau isian ga dijawab, hehe.
Setelah lomba ada makan siang. Kita ngumpul di depan ruang lomba fisika. Makanannya terasa enak meskipun cuaca anyer di siang hari itu kayak deket-deket kompor. Bahkan kita receh banget, ketawa melulu. Senangnya, lega rasanya kalau udah beres, meskipun hasilnya ga ada yang tau. Aneh, perasaan gua saat itu menyenangkan. Gua ga terlalu mengharapkan untuk nasional lagi, gua berusaha tawakkal. Allah kan tau yang terbaik.
Pengalaman lomba di Provinsi itu sangat mengesankan menurut gua. Waktu yang singkat, cuma sekitar 3 hari, itu pun nggak full, tapi lo banyak ketemu orang baru. Mulai dari yang kalem, atau tipe penggertak yang hobi ngomongin materi sama temen-temennya saat baru turun dari mobil, strategi untuk menjatuhkan mental lawan, hahaha.
Balik dari sana, gua bersyukur banget. Ikutan yang kayak begini bikin lo ga mudah merasa puas dengan pengetahuan yang udah ada. Ibarat pepatah, 'masih ada langit di atas langit', banyak 'langit-langit' yang bertebaran di sana, yang bisa lo raih atau lampaui dengan usaha dan doa.
Pada akhirnya gua masih belum bisa menang. Ga ada penyesalan, meskipun gua ga menampik kalau gua tuh merasa sedih juga. Se-ti-dak-nya gua masih ada kesempatan, Dan insyaallah kalau gua berkesempatan buat ikut lagi, gua bakal share tahun depan.
Ada beberapa tips menghadapi OSN dari gua :
1. Jangan ragu. Guru nggak bakal nunjuk lo buat ikut lomba kalau menurut mereka lo nggak punya kemampuan. Mantapkan hati lo!
2. Kuatkan niat. Niatkan bukan untuk menang, tapi untuk berusaha semaksimal mungkin. Niat karena duit... err, boleh lah boleh.
3. Cintai bidang yang lo pilih. Ini penting dan sangat memperngaruhi semangat lo dalam mempelajarinya.
4. Fokus. Jangan mikirin yang nggak perlu, apalagi orang-orang sotoy yang ga tau apa-apa.
5. Persiapkan diri lo. Nah, gua selalu percaya apa yang lo bisa raih itulah yang pantas lo dapatkan. Pantaskan diri sesuai target yang ingin lo raih. Lebih juga lebih baik.
6. Doa. 'Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali ia yang mengubahnya sendiri.' Usaha iu sangat diperlukan, tapi jangan lupa berdoa kepada Sang Pemilik Ilmu.
7. Minta restu orang tua. Bukan, bukan buat nikah. Gua yakin orangtua lo pasti bangga meskipun lo sekadar ikut dan belum bisa menang. Orang tua akan selalu sayang dan mendoakan lo, ga peduli apa yang terjadi.
Sampai ketemu di postingan selanjutnya! Dan.... Sampai ketemu di OSN tahun 2018! Ciaooo ^o^
Ada beberapa tips menghadapi OSN dari gua :
1. Jangan ragu. Guru nggak bakal nunjuk lo buat ikut lomba kalau menurut mereka lo nggak punya kemampuan. Mantapkan hati lo!
2. Kuatkan niat. Niatkan bukan untuk menang, tapi untuk berusaha semaksimal mungkin. Niat karena duit... err, boleh lah boleh.
3. Cintai bidang yang lo pilih. Ini penting dan sangat memperngaruhi semangat lo dalam mempelajarinya.
4. Fokus. Jangan mikirin yang nggak perlu, apalagi orang-orang sotoy yang ga tau apa-apa.
5. Persiapkan diri lo. Nah, gua selalu percaya apa yang lo bisa raih itulah yang pantas lo dapatkan. Pantaskan diri sesuai target yang ingin lo raih. Lebih juga lebih baik.
6. Doa. 'Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali ia yang mengubahnya sendiri.' Usaha iu sangat diperlukan, tapi jangan lupa berdoa kepada Sang Pemilik Ilmu.
7. Minta restu orang tua. Bukan, bukan buat nikah. Gua yakin orangtua lo pasti bangga meskipun lo sekadar ikut dan belum bisa menang. Orang tua akan selalu sayang dan mendoakan lo, ga peduli apa yang terjadi.
Sampai ketemu di postingan selanjutnya! Dan.... Sampai ketemu di OSN tahun 2018! Ciaooo ^o^
Komentar
Posting Komentar